Kamar 7
Tiara adalah anak yang cantik, pendiam, baik, dan tidak terlalu pandai tetapi mempunyai kreatifitas tinggi terhadap seni, dimata orang lain yang belum mengenal nya pasti menggangap Tiara pendiam, tetapi kalau sudah kenal, usilnya luar biasa, Tiara mempunyai kemampuan pada hal yang mistis, yaitu melihat dan merasakan makhluk-makhluk halus,
Kelas 1 tahun ini Tiara berniat ngekos karena kebetulan dirumahnya Abangnya Farhan sedang terkena cacar, Papa Tiara tidak mau anak perempuannya terkena penyakit cacar, maka Tiara di suruh ngekos.
Sebenarnya Tiara tidak mau ngekos karena terlihat melelahkan harus terpisah jauh dari orang tua dan harus hidup mandiri, tapi mamanya berjanji akan selalu mengunjungi Tiara dan membawakan makanan untuknya, dan baju-baju kotor Tiara juga akan Mamanya yang mencuci, Tiara merasa diringankan oleh ide Mamanya, lekas Tiara ngekos saat ulangan sedang berlangsung.
Dalam memilih kamar Tiara bingung karena sudah banyak yang penuh,
maksimal 3 orang, dan kamar nomor 7 hanya dua orang yang dihuni oleh
Gisel dan Cheril, saat itu hanya ada Gisel, karena Cheril selalu pulang
pergi saat Ulangan, maka Tiara ditempatkan di kamar itu, Tiara
menempatkan kasur tepat di depan pintu masuk, Tiara merasa nyaman pada
kamar itu, dia merasa seperti rumahnya sendiri.
Tapi kata teman-teman kamar nomor 7 itu adalah kamar yang paling seram
di antara banyak kamar, karena hawanya, dan sering tercium bau-bau aneh,
tapi Tiara tidak pernah merasakan hal itu, dia hanya melihat makhluk
yang menjadi penghuni kamarnya itu selalu mondar-mandir dari kamar mandi
ke depan kamar kos Tiara, dan menurut Tiara makhluk itu baik.
Tapi, tak lama kemudian Gisel meninggalkan kamar 7 ke tempat Bibi dan Pamannya tak jauh dari sekolah. Akhirnya hanya tinggal Tiara dan Cheril. Setiap malam Cheril selalu tidur di lain kamar, karena Cheril tahu kalau kamarnya itu berpenghuni dan menyeramkan, Cheril hanya ingin tidur di kamar 7 bila Tiara belum tidur, akhirnya setiap malam Tiara selalu tidur sendiri.
Tiara pernah merasakan saat Cheril tidur di kamar 7 dan Tiara belum tidur, Tiara merasakan hal aneh, memang pada saat itu Tiara sedang datang bulan, dan pada saat itu makhluk-makhluk dari lain kamar datang ke kamarnya, Tiara ketakutan dan menjadi paranoid saat malam itu. Tapi keesokannya makhluk itu tidak datang lagi dan Tiara seketika tidak paranoid lagi.
Di kamar 7 itu Kakaknya Haikal selalu datang bersama pacarnya yaitu Fania, mereka selalu bertamu di kamar itu dan membawakan Tiara makanan, kadang Cheril tidak ada di kamar itu membuat Tiara terasa ruangan sendiri dan kakaknya juga leluasa mengobrol bersama pacarnya.
Pada bulan February, Gisel datang kembali ke tempat Kos, pada saat itu Perry yang tinggal di kamar 2 sedang ribut ingin tinggal 1 kamar dengan Tiara, Gisel yang tahu itu langsung menempatkan diri ke kamar nomor 5 bersama Tania, sebelumnya Tania bersama Hera, tetapi Hera tidak betah ngkos dan akhirnya dia pulang dan pergi dari rumah ke sekolah setiap hari.
Bulan mei tiba, ulangan kenaikan kelas telah tiba, Cheril saat itu selalu pulang pergi. Dan Tiara selalu ditemai teman-temannya yaitu Willa, Lisa dan Erika. Mereka selalu tidur bareng. Lisa meminta Tiara untuk pindah kekamarnya yaitu kamar 10, karena Kak Arisa telah lulus dan telah pulang. Tiara bingung, memang kalau bertiga lebih murah, ini membuat keadaan orangtua Tiara yang sedang repot mengurusi pembayaran kuliah kakak-kakaknya dan praktek Tiara bisa teratasi dan meringankan. Tapi, nasib Cheril belum pasti mau sudahan ngekos atau tidak, tetapi Lisa yang baik telah membersihkan kamar 10 dan membersihkan ranjang yang akan ditempati Tiara. Tiara merasa bingung tetapi karena Lisa sudah lelah sendirian membersihkan kamar yang karena syarat Tiara yaitu, kamar 10 harus bersih tanpa di bantu Irana, anak sekolah lain yang juga ngekos di kamar itu. Akhirnya Tiara menempatkan diri disana pada malam rabu.
Pada malam itu, Tiara sulit tidur karena perasaan Tiara seperti mengganjal hatinya, sepertinya Tiara dirindukan pemilik Kamar 7, dan Tiara dibayang-bayangkan saat dulu orang tuanya datang ke kamar itu, kakak-kakaknya datang juga, teman dekat Tiara pun juga dan mereka shalat, makan bareng dan lain-lain. Sebelum Tiara pindah, Tiara meninggalkan kreatifitasnya yaitu pohon yang terbuat dari kertas origami di kepala tempat tidur Tiara. Semoga kenangan dari Tiara juga ada disana.
Di kamar baru Tiara di kamar 10 Tiara berpikir bagaimana kalau kakaknya datang dan ingin istirahat kalau sehabis mengantarkan Tiara dari rumah kekosan dan sehabis itu sekalian berangkat kuliah? Karena ada Irina yang selalu berangkat sekolah jam 7, dan tidak mungkin kakaknya tidur ada Irina.
Dalam hati Tiara semoga kejadian-kejadian kemarin terubah dengan
Tiara menjadi dewasa. Di kamar 10 Tiara juga lebih hemat. Tiara pun
menulis pesan kepada penghuni kamar 7
“aku pindah dulunya sebenarnya aku juga masih ingin menempatkan diri
disana, tapi aku sudah bertindak sih.. tapi bulan mei aku akan selalu
bolak-balik kok, dan membersihkannya, tetapi sekarang aku sedang gelisah
atas hasil ulangan-ulangan yang selalu jelek dan remedial. aku butuh
keringanan beban. Dan untuk Cheril maafnya mungkin kamu bisa ke kamar Bu
Willy dan Wila untuk bergabung, aku mohon jangan membuatku tambah
gelisah, aku tahu aku egois tapi aku juga ingin merasakan hidup yang
lain dan aku juga bisa membuat diriku lebih mandiri, biar kakak-kakakku
tidak perlu membawakan aku sesuatu, dan tidak lelah agar tidak tidur
ditempatku terus. terima kasih pengertiannya.”
Tiara sempat menangis pada saat itu, tetapi harus dijalankan Tiara
karena ini adalah keputusnnya dan Tiara harus tegar dan tabah jalani ini
semua..
Cerpen Karangan: Marhamah Citra Ardilla
Sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-horor-hantu/kamar-7.html
Komentar
Posting Komentar